Jeda, kata, dan Anda

Bila Anda diminta untuk mengucapkan satu atau dua kata untuk menggambarkan keadaan saat ini, kata apa yang akan terucap?

Senang? Sedih? Lelah? Gelisah?

Tidak masalah kata apa yang Anda pilih.

Setiap kata dapat melukiskan keadaan fisik (lelah) ataupun kondisi batin (senang, sedih).

Di Product Narrative, pertanyaan singkat tersebut selalu kami tanyakan sebelum meeting, baik di meeting internal ataupun eksternal yang dihadiri oleh klien kami.

Alasannya sederhana: kami ingin memberi jeda.

Ada jeda bagi setiap orang untuk perlahan-lahan masuk ke meeting kami.

Jeda yang singkat, tetapi penting, terutama bagi mereka yang mengikuti meeting tanpa henti sedari pagi hingga malam. Akibatnya, tidak jarang kesadaran diri mereka menurun.

Maksudnya begini. Anda tahu mereka hadir secara fisik karena Anda dapat mendengar suara dan melihat sosok mereka (bila video dinyalakan). Namun, bisa jadi pikirannya tidak di sana.

Mungkin masih memikirkan meeting sebelumnya.

Atau pesan masuk yang baru diterima.

Atau pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Oleh karenanya, jeda ini berguna karena mengembalikan pikiran mereka ke situasi saat ini.

Biasanya kami menunggu sampai semua peserta meeting hadir, sebelum memberikan instruksi.

Satu per satu akan diminta mengucapkan satu atau dua kata; apapun yang menggambarkan kondisi mereka.

“Satu kata saya adalah lelah.”

“Saya senang.”

Ada juga yang memilih untuk menjelaskan kata yang terucap.

“Satu kata saya adalah bersemangat karena saya tak sabar membahas topik ini bersama tim.”

“Saya gelisah karena anak saya sedang sakit.”

“Saya mengantuk karena minggu ini merupakan minggu yang padat. Banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan sehingga belum sempat beristirahat."

Demikian contoh yang pernah kami dengar.

Praktik sederhana, tetapi mampu mengarahkan peserta untuk mengambil jeda.

Jeda untuk memahami apa yang mereka rasakan sebelum dijawab dengan lisan atau tulisan.

Dan, apapun jawabannya, penutupnya tetap sama.

“Satu kata saya adalah lelah. Saya hadir.”

“Satu kata saya adalah bersemangat karena saya tak sabar membahas topik ini bersama tim. Saya hadir.”

Dua kata terakhir menutup jeda.

Juga menjadi konfirmasi kehadiran dan tanda kesiapan.

Saya hadir secara fisik dan pikiran; siap mengikuti meeting.

Meeting pun dapat dimulai.

Jeda berguna sebagai waktu transisi.

Dan, jeda – berikut satu dua kata yang ditanya – dapat meningkatkan kesadaran diri.

Praktik sederhana ini tidak hanya untuk kepentingan meeting saja, tetapi juga dapat diterapkan untuk aktivitas lainnya.

Oleh karenanya, apa satu atau dua kata Anda saat ini?


Tags:

Latest POSTS